Indonesia Indonesia | English International | Chinese Chinese
QODARI: KASUS CENTURY BISA RUSAK CITRA PRESIDEN
Monday, 25 January 2010 04:33    PDF Print E-mail

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan kasus Bank Century yang saat ini terus bergulir jika tidak segera diselesaikan bisa menurunkan dan merusak citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Jakarta, 24/1 (Antara/FINROLL News) - Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan kasus Bank Century yang saat ini terus bergulir jika tidak segera diselesaikan bisa menurunkan dan merusak citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer pada 8-18 Januari lalu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden sudah turun 15 persen dibandingkan ketika pada saat baru terplih sebagai Presiden," kata Muhammad Qodari ketika mempresentasikan hasil survei tersebut di Jakarta, Minggu.

Dikatakannya, hasil survei secara nasional kepada 1.200 responden menyimpulkan, tingkat kepuasan responden kepada Presiden Yudhoyono yakni 74,5 persen.

Hasil tersebut turun 15 persen dibandingkan dengan survei yang sama pada Agustus 2009 yakni menyimpulkan tingkat kepuasan terhadap Presiden Yudhoyono sekitar 90 persen.

"Kami menyadari tingkat kepuasan masyarakat pada saat itu sampai 90 persen karena masih dalam eforia setelah Yudhoyono terpilih lagi sebagai Presiden," katanya.

Dikatakannya, suasana eforia itu ibarat bulan madu yang memandang semuanya indah. Situasi itu tidak lama, masyarakat kemudian mengharapkan suasana yang lebih konkret, seperti stabilitas harga sembako dan kemudahan berusaha.

Apalagi, katanya, setelah Presiden Yudhoyono menjalani pemerintahannya yang kedua muncul kasus-kasus yang menyita perhatian masyarakat seperti, kasus cicak-buaya dan kasus Bank Century.

Menurut Qodari, Presiden Yudhoyono hendaknya bisa segera menyelesaikan kasus Bank Century, karena jika terus berlarut-larut tidak hanya menurunkan citranya tapi bisa sampai merusak.

Dari hasil survei yang dilakukan Indo Barometer, katanya, sebanyak 47,8 persen responden menyebutkan bisa merusak citra Presiden dan hanya 18,4 persen responden yang menyatakan tidak sampai merusak citra Presiden. Sedangkan, 33,8 persen responden lainnya mengatakan tidak tahu dan tidak menjawab.

Sementara itu, anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR dari Fraksi PKS Mukhammad Misbakhun mengatakan, Panitia Angket Kasus Bank Century di DPR menjadi panggung bagi politisi dengan kepentingan masing-masing.

Ada yang berusaha membuka persoalan hingga menjadi gamblang dan ada yang sebaliknya berusaha tidak terbuka, ada juga yang berusaha menaikkan citra parpolnya dan sebaliknya ada yang berusaha menurunkan citra parpol lainnya.

"Situasi ini membuat Panitia Angket menjadi selalu ramai," kata Misbakhun yang menginginkan agar kasus Bank Century bisa terungkap.

(T.R024/B /A011)
Comments (0)
Write comment
Your Contact Details:
Comment:

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."